Ciliwung Meluap: Banjir Kembali Menerjang, Warga Kewalahan
Jakarta – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Ciliwung kembali meluap. Akibatnya, sejumlah permukiman di bantaran sungai terendam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Warga pun terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari dampak yang lebih parah.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, banjir kali ini disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi di hulu sungai serta buruknya sistem drainase di beberapa titik. Sejumlah kawasan seperti Kampung Melayu, Bidara Cina, dan Pejaten Timur menjadi daerah yang terdampak paling parah.
Seorang warga Kampung Melayu, Ahmad (45), mengungkapkan bahwa banjir kali ini datang lebih cepat dari yang diperkirakan. “Kami tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga karena air tiba-tiba naik dalam hitungan jam. Ini banjir terparah dalam beberapa bulan terakhir,” ujarnya.
Selain merendam rumah warga, banjir juga mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak jalan utama yang terendam, menyebabkan kemacetan parah dan menghambat mobilitas warga. Sekolah-sekolah di beberapa wilayah pun terpaksa diliburkan karena akses menuju lokasi yang sulit dijangkau.
Tim evakuasi dari BPBD, dibantu oleh TNI dan relawan, telah dikerahkan untuk membantu warga yang terdampak. Posko pengungsian juga mulai didirikan di beberapa titik, menyediakan makanan, selimut, serta kebutuhan dasar lainnya. Meski demikian, sejumlah warga masih memilih bertahan di rumah mereka dengan harapan air segera surut.
Gubernur DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas dalam menghadapi bencana ini. “Kami terus berupaya melakukan penanganan darurat, termasuk mempercepat proses penyedotan air di beberapa titik yang rawan,” ujar Gubernur dalam keterangannya.
Banjir yang terjadi kali ini kembali menjadi pengingat akan perlunya solusi jangka panjang dalam penanganan banjir di Jakarta. Program normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase menjadi langkah yang mendesak agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, ketinggian air di beberapa lokasi masih berfluktuasi, sementara warga terus berharap agar kondisi segera membaik.